Freedom’s journal

Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam

untuk sementara blog ini di non aktifkan

Posted in freedom's journal on 2 Juni 2008 by puang

Berhubung penulisnya lagi sibuk membuat disertasi, biar cepat dapat gelar Doktor maklum ( bayar sendiri) dan tidak dapat BLT (bantuan langsung ….) alias beasiswa RP. 500.000/semester yang di janjikan SBY-JK, seandainya mahasiswa S3 ikut demo BBM kira-kira dapat BLT berapa yaah???

Tapi jangan ajak mahasiswa S3 berdemo, maklum mahasiswa S3 di indonesia lebih banyak sudah usur alias umurnya di atas 40 tahun, kalau penulis sih di bawah 29 tahun ini fakta bukan gosip masih kuat membawah sepanduk.

Maaf kiranya kalau blog ini tidak berbauh ilmiah seperti yang ditulis para dosen dan mahasiswa paska sarjana dan lebih banyak keritiknya dari pada solusinya malah terkesan propokatif tanpa solusi tapi tidak menghina apalagi mencelakai, maklum pengelolah blog ini tidak di biayai APBN untuk berpikir ilmiah, orang yang di gaji saja pakai uang rakyat malas berpikir??. (itu kata orang bukan kata saya, maklum nanti di munirkan alias pencemaran nama baik kalau tidak menyebut kata ……)

Tapi penulis tetap berpikir ilmiah di tempat lain (tergantung honornya), biar orang tidak mengutuk sarjana berotak udang, (maklum udangkan kotorannya di kepala bukan di ekor), kalau di kutuk jadi orang kaya mau dong

Kalau kau punya uang kamu akan berani

Posted in freedom's journal on 31 Mei 2008 by puang

Wahai saudaraku, janganlah kau gantungkan nasibmu kepada mahluk, tapi gantungkan hidupmu kepada Allah Yang Maha Perkasa, hanya kepada-Nyalah kamu miminta petunjuk, mengemis dan berkelukesa, karna Dia yang menciptakanmu Dia mengetahui apa yang layak dan tidak layak kamu lakukan.

Jika engakau masih nekat menggantungkan hidupmu kepada mahluk ciptaan Yang Maha Perkasa, hidupmu akan celaka karena kemampuannya sangat terbatas, lihat dan renungkan saudaraku adakah yang hidup di dunia ini mendapatkan apa yang dinginkanya tanpa perjuangan atau tanpa kerja keras. Jadi mustahil mereka membagi kenikmatan dunianya (rezki) begitu saja tanpa mengharapkan imbalan.

Kalaupun mereka membagi rezkinya yakinlah saudaraku mereka akan memperlakukanmu seperti kerbau yang membajak sawah, tidak sebanding pemberiannya dengan pengorbananmu.

Agar engkau bisa terhindar diperlakukan seperti sapi perahan, maka berjuanglah memperkerjakan diri sendiri, misalnya berbisnis baik yang berbentuk benda atau kecerdasan pikiran. Mungkin kau bertanya saya tidak punya modal dalam bentuk materi, cobalah engkau membaca buku orang yang terkaya di dunia apakah mereka merisaukan yang namanya modal materi atau engkau membaca pengalaman orang terkaya di negeri ini misalnya SBY (presiden indonesi) yang membayar pajak ratusan juta pertahun, apakah beliau itu sejak bayi sudah kaya??

Saudaraku bayi saja yang hanya punya kemampuan menangis dan tertawa bisa hidup nyaman, kenapa engkau yang di bekali akal pikiran lebih idiot dari bayi

Maafkan aku jenderal, nasionalisme di jiwaku sudah sekarat

Posted in freedom's journal on 19 Mei 2008 by puang

Melihat rakyat berkeringat mengantri BBM
melihat para mahasiswa berdemostrasi memperjuangkan hak-hak rakyat di pukuli seperti maling oleh polisi dan tentara

Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhemat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan prabowo di iklan TV

Tapi para pejabat negara, anaknya yang kuliah di luar negeri sibuk main perempuan, ke diskotik dan pulang lansung dapat pekerjaan tidak perlu bersusah-susah mencari lowongan pekerjaan di halaman tengah surat kabar.( kata temanku yang kuliah di luar negeri)

Sedang istrinya sibuk ke salon mempercantik diri, dan tidak punya rasa malu memamerkan kendaraan terbarunya lalulang di jalanan mempergunakan BBM bersubsidi dan kunjungan kerja keluar negeri membawa keluarga dengan biaya negara. (kata berita di koran)

Apa yang dapat kami lakukan sebagai rakyat kecil kecuali meludahi nasib yang tak kuncung pergi

wahai perempuan bangkitlah

Posted in freedom's journal on 13 Mei 2008 by puang
wahai saudaraku kaum perempuan yang di hina waktu
kau tidak perlu sekuat RA Kartini, yang di rayakan bangsa jawa, setiap tanggal 21 april
atau sehebat ibu megawati mantan presiden RI, yang hanya pandai tersenyum dan kering kebijakan
Cukup engkau termenung menatap mentari yang meninggalkan senja
Dan bertanya untuk apa aku diciptakan Allah Yang Maha Perkasa, menjadi seorang
”””’PEREMPUAN” ”””’

wahai perempuan indonesia

Posted in freedom's journal with tags on 3 Mei 2008 by puang
bersatulah melawan tirani
yang membelenggu hak-hak politik kaum wanita

jangan mau dieksploitasi

“perempuan dan laki-laki ” hanya sebuah kata
bercerminlah pada matahari
agar engkau mampu melawan